“KONSEP
DASAR MANAJEMEN PEMASARAN”
A.
Pengertian Manajemen Pemasaran
Setiap kegiatan di mana saja
dan apa saja yang melibatkan orang-orang dan memerlukan kerjasama, apakah itu
kegiatan yang sifatnya profit oriented atau non profit oriented, pasti sarat dengan manajemen. Seperti halnya
mengelola, mengatur organisasi (perusahaan), organisasi masyarakat atau
perkumpulan olahraga dan lain sebagainya, baik pengelolaannya secara formal,
modern atau tradisonal karena pola intinya manajemen itu adalah to manage, bagaimana mengatur, apa yang
di atur dan siapa yang mengaturnya, kemudian untuk apa hal itu diatur.
Manajemen (management) adalah ilmu dan seni
merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan serta mengawasi
tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan. Manajemen merupakan sarana untuk mencapai tujuan organisasi dengan
memanfaatkan alat yang tersedia semaksimum mungkin. Akan tetapi perlu
diperhatikan bahwa dalam mencapai tujuan perusahaan harus memperhatikan secara
optimal terhadap kepentingan-kepentingan yang menyangkut kepentingan konsumen,
penanam modal, anggota perusahaan (karyawan), pemerintah, masyarakat dan
supplier.
Sebagaimana
kita ketahui bahwa kegiatan pemasaran berbeda dengan penjualan, transaksi
ataupun perdagangan. American Marketing
Association, mengartikan pemasaran adalah pelaksanaan dunia usaha yang
mengarahkan arus barang-barang dan jasa-jasa dari produsen ke konsumen atau pihak pemakai. Defenisi
ini hanya menekankan aspek distribusi dibandingkan kegiatan pemasaran.
Sedangkan fungsi-fungsi lain tidak diperlihatkan, sehingga kita tidak
memperoleh gambaran yang jelas dan lengkap tentang pemasaran. Sedangkan
definisi lain, dikemukakan oleh Philip Kotler dalam bukunya Marketing Management Analysis, Planning, and Control, mengartikan
pemasaran secara lebih luas, yaitu suatu proses sosial, dimana individu dan
kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan, dan mereka inginkan dengan
menciptakan dan mempertahankan produk dan nilai dengan individu dan kelompok
lainnya. Adapun definisi pemasaran menurut William J. Stanton adalah suatu
sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk
merencanakan, menentukan harga (cost),
mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan
baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
Berdasarkan definisi para ahli
tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pemasaran
adalah suatu proses dan manajerial yang membuat individu atau kelompok
mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan,
menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain atau
segala kegiatan yang menyangkut penyampaian produk atau jasa mulai dari
produsen sampai konsumen.
Peranan
pemasaran saat ini tidak hanya menyampaikan produk atau jasa hingga ke tangan
konsumen tetapi juga bagaimana produk atau jasa tersebut dapat memberikan
kepuasan kepada pelanggan dengan menghasilkan laba. Sasaran dari pemasaran
adalah menarik pelanggan baru dengan menjanjikan nilai superior, menetapkan
harga menarik, mendistribusikan produk dengan mudah, mempromosikan secara
efektif serta mempertahankan pelanggan yang sudah ada dengan tetap memegang
prisip kepuasan pelanggan. Dengan pemasaran perusahaan berusaha menghasilkan laba
dari penjualan barang dan jasa yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan
pembeli. Dalam hal ini, peran manajer pemasaran dibutuhkan, di mana tugas dari
manajer pemasaran adalah memilih dan melaksanakan kegiatan pemasaran yang dapat
membantu dalam pencapaian tujuan organisasi.
Manajemen
pemasaran adalah suatu usaha untuk merencanakan, mengimplementasikan (yang
terdiri dari kegiatan mengorganisaikan, mengarahkan, mengkoordinir) serta
mengawasi atau mengendalikan kegiatan pemasaran dalam suatu organisasi agar
tercapai tujuan organisasi secara efesien dan efektif. Di dalam fungsi manajemen
pemasaran ada kegiatan menganalisis yaitu analisis yang dilakukan untuk
mengetahui pasar dan lingkungan pemasarannya, sehingga dapat diperoleh seberapa
besar peluang untuk merebut pasar dan seberapa besar keuntungan yang diperoleh
dari hasil penjualan tersebut.
Dari
fungsi-fungsi manajemen dapat dilihat contoh penerapannya di dalam pemasaran (marketing). Misalnya untuk pelaksanaan marketing suatu produk atau perusahaan perlu diadakan perencanaan (planning) terlebih dahulu. Planning
dibuat berdasarkan data yang ada di sebuah lembaga/perusahaan. Misalnya planning tentang daerah pemasaran, planning tentang harga, planning tentang strategi yang akan
digunakan dalam memasuki pasar, teknik promosi yang akan digunakan dan lain
sebagainya. Kemudian disusun organizing/organisasi
yang jelas dan efisien, sehingga dengan jelas siapa yang bertanggungjawab,
kepada siapa harus dipertanggungjawabkan, dan bagaimana koordinasi dalam
lembaga. Jadi disini diperlukan suatu struktur yang jelas, sehingga tidak
terjadi saling lempar tanggungjawab seandainya terjadi penyimpangan dalam
pekerjaan.
Actuating
sebagai
fungsi ketiga, yaitu melaksanakan pekerjaan, bagaimana cara kerja, ke mana
harus pergi, kapan dan di mana. Agar pelaksanaan pekerjaan berjalan dengan
mulus, maka para pekerja perlu diberi insentif. Dengan demikian, harus
ditetapkan secara jelas tentang gaji, honor, uang lelah, dan lain sebagainya.
Fungsi terakhir adalah perlu adanya controling
dari setiap pekerjaan yang dilakukan. Kontrol harus dilakukan sedini
mungkin agar tidak terjadi kesalahan yang berlarut-larut. Jika terjadi
penyimpangan dari perencanaan yang telah ditetapkan, maka perlu dilakukan
tindakan pencegahan. Sesuai dengan prinsip manajemen pemasaran, maka tujuan
dilakukannya manajemen pemasaran adalah mengadakan keseimbangan antar
lembaga/daerah saling mengisi antara lembaga/daerah yang disurplus dengan
lembaga atau daerah yang minus.
B.
Ruang Lingkup Manajemen Pemasaran
Salah
satu pengertian tentang manajemen pemasaran yaitu bahwa manajemen pemasaran
merupakan kegiatan penganalisaan, perencanaan (planning), pelaksanaan, dan pengendalian program-program yang
dibuat untuk membentuk, membangun, dan memelihara, keuntungan dan pertukaran
melalui sasaran pasar guna mencapai tujuan orgainisasi dalam jangka panjang.
Dengan batasan pengertian manajemen pemasaran tersebut, maka akan tercakup
ruang lingkup yang sangat luas. Secara singkat dapat dinyatakan bahwa manajemen
pemasaran mencakup seluruh falsafat, konsep, tugas, dan proses manajemen
pemasaran. Pada umumnya ruang lingkup manajemen pemasaran meliputi:
1. Falsafah manajemen pemasaran, yaitu mencakup konsep
dan proses pemasaran serta tugas-tugas manajemen pemasaran.
2. Falsafah lingkungan pemasaran merupakan faktor yang
tidak dapat dikendalikan pimpinan perusahaan.
3. Analisis pasar yang mencakup ciri-ciri dari masing-masing
jenis pasar, analisis produk, analisis konsumen, analisis saingan dan analisis
kesempatan pasar.
4. Pemilihan sasaran (target) pasar, yang mencakup
dimensi pasar konsumen, perilaku konsumen, segmentasi pasar dan kriteria yang
digunakan, peramalan potensi sasaran pasar, dan penentuan wilayah pasar.
5. Perencanaan pemasaran lembaga/perusahaan, yang
mencakup perencanaan strategi jangka panjang pemasaran perusahaan (marketing cooperate learning),
perencanaan operasional pemasaran perusahaan, penyusunan anggaran pemasaran,
dan proses penyusunan rencana pemasaran lembaga/perusahaan.
6. Kebijakan dan strategi pemasaran terpadu (marketing mix strategy), yang mencakup
pemilihan strategi orientasi pasar, pengembangan acuan pemasaran (marketing mix) untuk strategi pemasaran
dan penyusunan kebijakan strategi dan taktik pemasaran secara terpadu.
7. Kebijakan dan strategi produk, yang mencakup strategi
pengembangan produk, startegi produk baru.
8. Kebijakan dan strategi harga, yang mencakup strategi
tingkat harga, strategi potongan harga, strategi syarat pembayaran dan strategi
penetapan harga.
9. Kebijakan dan strategi penyaluran, yang mencakup
strategi saluran distribusi dan strategi distribusi fisik.
10. Kebijakan dan strategi promosi, yang mencakup strategi
advertensi, startegi promosi penjualan, dan strategi publisitas serta
komunikasi.
11. Organisasi pemasaran, yang mencakup tujuan perusahaan
dan tujuan bidang pemasaran, struktur organisasi pemasaran, proses dan iklim
perilaku organisasi perusahaan.
12. Sistem informasi pemasaran, yang mencakup ruang
lingkup informasi pemasaran, riset pemasaran, pengelolaan, dan penyusunan
sistem informasi pemasaran.
13. Pengendalian pemasaran, yang mencakup analisis dan
evaluasi kegiatan pemasaran baik dalam jangka panjang waktu (tahun) maupun
tahap operasional jangka pendek.
14. Manajemen penjual, yang mencakup manajemen tenaga
penjual, pengelolaan wilayah penjualan, dan penyusunan rencana dan anggaran
penjualan.
15. Pemasaran Internasional yang mencakup pemasaran (ekport marketing), pola-pola pemasaran Internasional dan pemasaran dari
perusahaan multinasional.
C.
Pengertian Pasar dan Produk
1. Pasar
Dalam pengertian sederhana, pengertian pasar adalah sebagai tempat
bertemunya pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi jual-beli barang dan
jasa. Sedangkan arti pasar adalah suatu tempat dimana pada hari tertentu para
penjual dan pembeli dapat bertemu untuk jual-beli barang. Adapun definsi pasar
adalah sebagai mekanisme (bukan hanya sekedar tempat) yang dapat menata
kepentingan pihak pembeli terhadap kepentingan pihak penjual. Mekanisme
tersebut jangan hanya dimengerti sebagai cara pembeli dan penjual bertemu dan
kemudian berpisah, tetapi lebih dari itu harus dimaknai sebagai tatanan atas
berbagai bagian, yaitu para pelaku seperti pembeli dan penjual, komoditas yang diperjualbelikan,
aturan main yang tertulis maupun tidak tertulis yang disepakati oleh para
pelakunya, serta regulasi pemerintah yang saling terkait, berinteraksi, dan
secara serentak bergerak bagaikan suatu mesin.
Pasar dimana para pembeli dan para penjual melakukan interaksi dapat
dibedakan menjadi pasar komoditas dan pasar faktor. Pasar komoditas adalah
interaksi anatara para pembeli dan para penjual dari suatu komoditas dalam
menentukan jumlah dan harga barang atau jasa yang diperjualbelikan. Sedangkan
pasar faktor adalah interaksi antara para pengusaha (pembeli faktor-faktor
produksi) dengan para pemilik faktor produksi untuk menentukan harga
(pendapatan) dan jumlah faktor-faktor produksi yang akan digunakan dalam
menghasilkan barang dan jasa yang diminta masyarakat.
Pasar sendiri memiliki tiga fungsi, yaitu: fungsi distribusi, fungsi pembentukan
harga, dan fungsi promosi. Sedangkan menurut fisiknya, janis pasar dibedakan ke
dalam pasar konkret dan pasar abstark. Pasar konkret merupakan tempat pertemuan
antara pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi secara langsung. Barang
yang dijual belikan juga tersedia di pasar tersebut. Sedangkan pasar abstrak
merupakan pasar tidak nyata dimana transaksi antar penjual dan pembeli hanya
dilakukan melalui telepon, internet, dan lain-lain. Interaksi yang terjadi
antara penjual dan pembeli akan menentuakn tingkat harga suatu komoditas
(barang atau jasa) dan jumlah komoditas yang diperjualbelikan. Sehingga dalam
ilmu ekonomi bila kita berbicara tentang pasar, maka secara otomatis kita akan
membicarakan mengenai pertemuan antara penjual dan pembeli, barang/jasa yang
dijual, serta harga tertentu atas barang/jasa yang dijual tersebut.
Adapun syarat-syarat terjadinya pasar yaitu sebagai berikut:
a. Ada
tempat untuk berniaga.
b. Ada
barang dan jasa yang akan diperdagangkan.
c. Terdapat
penjual barang tertentu.
d. Adanya
pembeli barang.
e. Adanya
hubungan dalam transaksi jual beli.
2.
Produk
Produk merupakan salah satu aspek penting dalam variabel marketing mix. Produk juga merupakan
salah satu variabel yang menentukan dalam kegiatan suatu usaha, karena tanpa
produk, suatu perusahaan tidak dapat melakukan kegiatan untuk mencapai hasil
yang diharapkan. Banyaknya pesaing dlam dunia bisnis memerlukan suatu produk
yang berbeda satu sama lain dan ataupun sama. Produk suatu perusahaan haruslah
memiliki suatu keunggulan ataupun kelebihan dibandingkan produk yang dihasilkan
perusahaan lain, dalam hal ini perusahaan pesaing. Suatu produk tidak dapat
dilepaskan dari pemuasan kebutuhan dan keinginan konsumen. Suatu produk juga
tidak dapat dikatakan memiliki nilai jual, jika produk tersebut tidak menarik
bagi konsumen.
D.
Konsep Pemasaran
Secara definitif
dapat dikatakan bahwa konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang
menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan
sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan. Falsafah konsep pemasaran bertujuan memberikan kepuasan
terhadap keinginan dan kebutuhan pembeli/konsumen. Seluruh kegiatan dalam
perusahaan yang menganut konsep pemasaran harus diarahkan untuk memenuhi tujuan
tersebut. Meskipun orientasi pembeli ini dibatasi oleh tujuan laba
dan pertumbuhan, tetapi konsep itu perlu dilaksanakan, karena dapat meningkatkan penjualan
dengan:
a. Membuat
barang yang mudah penggunaannya;
b. Mudah
pembeliaannya; dan
c. Mudah
pemeliharaannya.
Penggunaan
konsep pemasaran bagi sebuah perusahaan dapat menunjang berhasilnya bisnis yang
dilakukan. Konsep pemasaran disusun dengan memasukkan tiga elemen pokok, yaitu:
a.
Orientasi
konsumen/pasar/pembeli;
b.
Volume
penjualan yang menguntungkan;
c.
Koordinasi
dan integrasi seluruh kegiatan pemasaran dalam perusahaan.
Pada
dasarnya, perusahaan yang ingin mempraktekkan orientasi konsumen ini harus:
a.
Menentukan
kebutuhan pokok dari pembeli yang akan dilayani dan dipenuhi.
b.
Memilih kelompok pembeli tertentu sebagai sasaran dalam
penjualannya.
c.
Menentukan
produk dan program pemasarannya.
d.
Mengadakan
penelitian pada konsumen, untuk mengukur, menilai, dan menafsirkan keinginan,
sikap, serta tingkah laku mereka.
e.
Menentukan
dan melaksanakan strategi yang paling baik, apakah menitik beratkan pada mutu
yang tinggi, harga yang murah atau model yang menarik.
Konsep pemasaran mengatakan
bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan
dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasaan yang diharapkan secara
lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing. Konsep pemasaran yang telah diungkapkan
dengan berbagai cara:
1. Temukan keinginan pasar dan penuhilah.
2. Buatlah apa yang dapat dijual dan jangan berusaha menjual apa yang
dapat dibuat.
3. Cintailah pelanggan, bukan produk anda.
4. Lakukanlah menurut cara anda (Burger king).
5. Andalah yang menentukan (United Airlines).
6. Melakukan segalanya dalam batas kemampuan untuk menghargai uang
pelanggan yang sarat dengan nilai, mutu dan kepuasan.
Dalam pemasaran terdapat enam
konsep yang merupakan dasar pelaksanaan kegiatan pemasaran suatu organisasi
yaitu: konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran,
konsep pemasaran sosial, dan konsep pemasaran global.
1. Konsep produksi
Konsep produksi berpendapat bahwa konsumen akan
menyukai produk yang tersedia dimana-mana dan harganya murah. Konsep ini
berorientasi pada produksi dengan mengerahkan segenap upaya untuk mencapai
efesiensi produk tinggi dan distribusi yang luas. Disini tugas manajemen adalah
memproduksi barang sebanyak mungkin, karena konsumen dianggap akan menerima
produk yang tersedia secara luas dengan daya beli mereka.
2. Konsep produk
Konsep produk mengatakan bahwa konsumen akan
menyukai produk yang menawarkan mutu, performansi dan ciri-ciri yang terbaik. Tugas
manajemen disini adalah membuat produk berkualitas, karena konsumen dianggap
menyukai produk berkualitas tinggi dalam penampilan dengan ciri – ciri terbaik
3. Konsep penjualan
Konsep penjualan berpendapat bahwa konsumen,
dengan dibiarkan begitu saja, organisasi harus melaksanakan upaya penjualan dan
promosi yang agresif.
4. Konsep pemasaran
Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunsi untuk
mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar
sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan
efisien dibandingkan para pesaing.
5. Konsep pemasaran sosial
Konsep pemasaran sosial berpendapat bahwa tugas
organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran
serta memberikan kepuasan yang diharapkan dengan cara yang lebih efektif dan
efisien daripada para pesaing dengan tetap melestarikan atau meningkatkan
kesejahteraan konsumen dan masyarakat.
6. Konsep Pemasaran Global
Pada konsep pemasaran global ini, manajer
eksekutif berupaya memahami semua faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi
pemasaran melalui manajemen strategis yang mantap. tujuan akhirnya adalah
berupaya untuk memenuhi keinginan semua pihak yang terlibat dalam perusahaan.
E. Sistem Pemasaran
Sistem pemasaran adalah kumpulan
lembaga-lembaga yang melakukan tugas pemasaran, barang, jasa, ide, orang dan
faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh, dan membentuk serta
mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya. Dalam sistem pemasaran
terdapat beberapa faktor yang saling tergantung dan saling berinteraksi satu
sama lain. Faktor-faktor
tersebut adalah sebagai berikut:
a.
Organisasi
yang melakukan tugas-tugas pemasaran.
b.
Sesuatu (barang, jasa, ide, orang) yang sedang dipasarkan.
c.
Pasar
yang dituju.
d.
Para perantara yang membantu dalam pertukaran (arus)
antara organisasi pemasaran dan pasarnya, antara lain pengecer, pedagang besar,
agen pengangkutan, dan lain-lain.
e.
Faktor-faktor lingkungan seperti faktor demografi,
kondisi perekonomian, faktor sosial dan kebudayaan, teknologi dan persaingan.
F.
Peranan
Pemasaran
Pemasaran
merupakan proses sosial dan manajerial sehingga konsumen dapat memperoleh
kebutuhan/keinginan mereka melalui permintaan, penawaran, dan penukaran nilai
suatu produk antara penjual dan pembeli.
a.
Kebutuhan : segala
kebutuhan dasar manusia baik intuk minum, makan, pakaian, pendidikan dan
lainnya.
b.
Keinginan : merupakan
kondisi lebih khusus dari kebutuhan, misalnya minuman ringan, makanan bergizi,
pendidikan tinggi, atau lainnya
c.
Permintaan
: akumulasi kebutuhan/keinginan yang potensial untuk digarap, misalnya,
makanan, perumahan, pendidikan dan lainnya.
G.
Kegiatan Pemasaran
Kegiatan pemasaran adalah proses yang mengubah strategi dan rencana pemasaran menjadi tindakan
pemasaran untuk mencapai sasaran. Implementasi mencakup aktifitas sehari-hari,
dari bulan ke bulan yang secara efektif melaksanakan rencana pemasaran.
Kegiatan ini dibutuhkan program tindakan yang menarik semua orang atau semua
aktifitas serta struktur organisasi formal yang dapat memainkan peranan penting
dalam mengimplementasikan strategi pemasaran. Implementasi yang sukses
tergantung dari beberapa kegiatan kunci yaitu:
1. Pengorganisasian kegiatan pemasaran, yaitu proses
menciptakan hubungan antara fungsi personalia dan faktor fisik (sarana ), agar kegiatan
pemasaran yang harus dilaksanakan bisa mencapai tujuan yang benar, meliputi:
pembagian kerja, wewenang, tanggung jawab dan pelaporan kerja. Tujuannya adalah
setiap orang di dalam
organisasi bertanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan pemasaran yang telah
dibebankan kepadanya sehingga tidak
overlapping pekerjaan. Bentuk umum
dalam departemen pemasaran yang modern, antara lain :
a.
Organisasi
fungsional di mana berbagai aktivitas pemasaran yang berbeda dikepalai oleh
spesialis fungsional: manajemen penjualan, periklanan, riset pemasaran,
pelayanan terhadap pelanggan, manajemen produk baru.
b.
Organisasi
geografik, di mana karyawan bagian penjualan dan pemasaran diberi tugas di
negara, wilayah atau distrik tertentu.
c.
Organisasi
manajemen produk, karyawan inin mengembangkan pemasaran dan strategi lengkap
untuk produk atau merk tertentu, bila perusahaan ini mempunyai banyak produk
atau merk yang amat berbeda.
d.
Bila
firma yang menjual satu lini produk kepada banyak tipe pasar berbeda yang
mempunyai organisasi manajemen pasar. Manajer ini bertanggung jawab untuk
mengembangkan rencana jangka panjang dan tahunan untuk keunggulan utama dari sistem
ini adalah bahwa perusahaan diorganisasikan disekitar kebutuhan spesifik segmen
pelanggan.
2. Pengarahan kegiatan pemasaran, yaitu usaha yang
berhubungan dengan segala sesuatu kegiatan pemasaran agar semuanya itu dapat
dilakukan dengan baik, meliputi:
a. Pemberian perintah secara baik, harus ada follow up-nya, secara senderhana, perlu
penjelasan sehingga ada pengertian dan sifatnya harus konsultatif.
b. Motivasi
c. Kepemimpinan
Dengan pengarahan segala
kegiatan yang menyimpang akan terdeteksi dan pimpinan dapat memberikan motivasi
untuk menghasilkan sesuatu yang sesuai dengan harapan serta agar terjadi harmonisasi
antar anggota organisasi/firma.
3. Pengkoordinasian dalam kegiatan pemasaran, yaitu usaha
mengsinkronkan dan menyatukan segala kegiatan pemasaran dalam organisasi agar
tercapai tujuan yang efektif dan efesien. Cara- cara menjalankan koordinasi
yang efektif, dengan berbagai cara, yaitu :
a. Diadakan prosedur yang terang dan jelas dan ditentukan
tanggal penyelesaian (deadline).
b. Koordinasi dilakukan secara formal melalui pimpinan staff
pembantu, penitia maupun pejabat penghubung tetap dilakukan kontak tidak
formal.
4. Pengendalian/evaluasi kegiatan pemasaran, yaitu usaha memberikan
petunjuk pada para pelaksana agar mereka selalu bertindak sesuai dengan
rencana, meliputi :
a. Penentuan Standard.
b. Supervisi kegiatan atau pemeriksaan.
c. Perbandingan hasil dengan Standard.
d. Kegiatan mengkoreksi Standard
Kegiatan pengendalian/evaluasi
diatas dapat dikelompokkan dua macam :
a. Pengendalian operasional termasuk memeriksa kinerja yang
sedang berlangsung terhadap rencana tahunan dan mengambil tindakan perbaikan
kalau perlu. Tujuannya adalah memastikan bahwa perusahaan mencapai penjualan,
laba, dan sasaran lain yang ditetapkan dalam rencana tahunannya. Kegiatan ini
juga mencakup penentuan produk, wilayah, pasar dan saluran yang berbeda yang
dapat mendatangkan laba.
b. Pengendalian strategik meliputi pengamatan apakah
strategi dasar perusahaan sesuai dengan peluang yang terbuka. Strategi dan
program pemasaran dapat ketinggalan zaman dalam waktu singkat dan setiap
perusahaan harus secara periodik menilai ulang pendekatan terhadap pasar secara
keseluruhan.
H.
Faktor Lingkungan Pemasaran
Lingkungan pemasaran adalah lingkungan perusahaan
yang terdiri dari pelaku dan kekuatan di luar pemasaran yang mempengaruhi
kemampuan manajemen pemasaran untuk membangun
dan mempertahankan hubungan yang berhasil dengan pelanggan sasaran. Perusahaan
harus terus melakukan pengamatan secara terus menerus dan
beradaptasi dengan lingkungan yang bersifat kompleks dan terus berubah-ubah.
Dengan mempelajari lingkungan, perusahaan dapat menyesuaikan strategi perusahaan
untuk memenuhi tantangan dan peluang pasar yang baru. Lingkungan pemasaran
terdiri dari:
1.
Lingkungan mikro perusahaan merupakan pelaku
yang dekat dengan perusahaan dan mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk
melayani pelanggannya. Lingkungan mikro perusahaan terdiri dari: perusahaan,
pemasok, perantara pemasaran, pasar pelanggan, pesaing, dan masyarakat.
a.
Perusahaan
Dalam merancang rencana pemasaran, manajemen
pemasaran
memperhitungkan kelompok dalam perusahan seperti manajemen puncak, keuangan,
riset dan pengembangan, pembelian, operasi, akuntasi. Semua kelompok saling
berhubungan membentuk lingkungan internal. Kelompok-kelompok ini bekerja sama
secara harmonis untuk memberikan nilai dan kepuasan pelanggan yang unggul.
b.
Pemasok
Pemasok membentuk hubungan penting
dalam keseluruhan system penghantar nilai perusahaan. Pemasok menyediakan
sumberdaya yang diperlukan oleh perusahaan untuk menghasilkan barang dan
jasanya. Masalah pemasok sangat mempengaruhi pemasaran karena apabila pemasok
masalah akan mengurangi penjualan perusahaan dan mengurangi nilai kepuasan
pelanggan.
c.
Perantara pemasaran
Perantara pemasaran beetugas membantu
perusahaan mempromosikan, menjual, dan mendistribusikan produknya ke pembeli akhir. Perantara pemasaran
meliputi penjual perantara, perusahaan distribusi fisik, agen jasa pemasaran,
dan perantara keuangan.
a) Penjual
perantara adalah perusahaan saluran distribusi yang membantu perusahaan menemukan
pelanggan atau melakukan penjualan untuk perusahaan. Penjual perantara diliputi
pedagang grosir dan pengecer.
b) Perusahaan
distribusi fisik membantu perusahaan menyimpan dan memindahkan barang-barang
perusahaan dari titik asalnya ke tempat tujuan.
c) Agen
jasa pemasaran adalah firma riset pemasaran, agen periklanan, perusahaan media,
dan firma konsultan pemasaran yang membantu perusahaan dalam menetapkan target
dan mempromosikan produk perusahaan pada pasar secara tepat.
d.
Pelanggan
Perusahaan harus mempelajari lima
jenis pasar pelanggan secara lebih dekat:
a) Pasar
konsumen terdiri dari perorangan dan keluarga yang membelibarang dan jasa untuk
konsumsi pribadi.
b) Pasar
bisnis membeli barang dan jasa untuk pemrosesan lebih lanjut atau untuk
digunakan dalam proses produksi perusahaan.
c) Pasar
penjual perantara membeli barang dan jasa untuk dijual kembali demi mendapatkan
laba.
d) Pasar
pemerintah terdiri dari badan-badan pemerintah yang membeli barang dan jasa
untuk menghasilkan pelayanan umum.
e) Pasar
internasional terdiri dari para pembeli di negara lain, termasuk konsumen,
produsen, penjual perantara, dan pemerintah.
e.
Pesaing
Konsep pemasaran yang berhasil apabila
perusahaan dapat menyediakan nilai dan kepuasan pelanggan yang lebih besar
dibandingkan para pesaing. Oleh karena itu, perusahaan harus menyesuaikan
pemasaran dengan kebutuhan konsumen sasaran. Perusahaan juga harus memiliki
strategi penawaran yang lebih kuat dari penawaran pesaing dalam pikiran
konsumen.
f.
Masyarakat
Masyarakat adalah kelompok yang
mempunyai potensi kepentingan atau kepentingan nyata, atau pengaruh pada
kemampuan organisasi untuk mencapai tujuannya. Terdapat tujuh tipe masyarakat,
diantaranya masyarakat keuangan, masyarakat media, masyarakat pemerintah,
masyarakat lembaga swadaya masyarakat (LSM), masyarakat lokal, masyarakat umum,
dan masyarakat internal.
2. Lingkungan
makro perusahaan merupakan kekuatan social yang lebih besar yang mempengaruhi lingkungan
mikro perusahaan. Lingkungan makro perusahaan terdiri dari: lingkungan
demografis, ekonomi, alam, teknologi, politik, dan budaya.
a.
Lingkungan demografis
Demografi adalah studi kependudukan
manusia yang menyangkut ukuran, kepadatan, lokasi, usia, jenis kelamin, ras,
lapangan kerja, dan data statistik lain. Lingkungan demografi menjadi minat
utama perusahaan karena lingkungan demografis menyangkut masyarakat, dan
masyarakat membentuk pasar.
b.
Lingkungan ekonomi
Lingkungan ekonomi adalah faktor-faktor
yang sangat mempengaruhi daya beli dan pola pengeluaran konsumen. Suatu bangsa
mempunyai tingkat dan distribusi pendapatan yang sangat beragam. Sejumlah
negara mempunyai ekonomi subsisten
negara mengkonsumsi hasil pertanian dan industrinya sendiri. Negara-negara
menawarkan peluang pasar yang kecil. Ekonomi
industri menawarkan pasar yang kaya untuk berbagai jenis barang yang
berbeda.
c.
Lingkungan alam
Lingkungan alam memperlihatkan
kekurangan potensial dari bahan baku tertentu, biaya energi yang tidak stabil,
tingkat populasi yang meningkat, dan gerakan “hijau” yang berkembang untuk
melindungi lingkungan.
d.
Lingkungan Teknologi
Lingkungan teknologi adalah kekuatan
yang menciptakan teknologi baru, menciptakan produk, dan peluang pasar, yang
baru. Teknologi telah menciptakan benda-benda yang mengagumkan seperti
antibiotik, pembedahan robotik, alat-alat elektronik mini, komputer, laptop,
dan internet. Dengan adanya teknologi baru maka akan menciptakan pasar dan
peluang baru.
e.
Lingkungan politik
Keputusan pemasaran (marketing) sangat dipengaruhi oleh
perkembangan-perkembangan dalam lingkungan politik (policy). Lingkungan politik terdiri dari hukum, badan pemerintah,
dan kelompok LSM yang mempengaruhi atau membatasi berbagai organisai dan
individu di dalam masyarakat tertentu.
f.
Lingkungan budaya
Lingkungan budaya terdiri dari
institusi dan kekuatan lain yang mempengaruhi nilai dasar, persepsi, selera,
dan perilaku masyarakat. Manusia tumbuh dalam masyarakat tertentu yang
membentuk keyakinan dan nilai dasarnya. Karakteristik budaya yang mempengaruhi
pengambilan keputusan pemasaran adalah keteguhan pada nilai-nilai budaya dan
perubahan dalam nilai budaya sekunder.
Kesuksesan sebuah industri bergantung pada bagaimana
hubungan industri itu dengan lingkungannya. Lingkungan persaingan mempengaruhi
jumlah dan jenis pesaing yang harus dihadapi manajer pemasaran dan bagaimana
mereka akan berperilaku. Lingkungan persaingan selalu dianggap sebagai faktor
penghambat pertumbuhan industri. Elemen lingkungan persaingan seharusnya
dipelajari lebih mendalam karena kegagalan industri dalam mencapai pertumbuhan
penjualan bersumber dari ketidakmampuan manajemen dalam menganalisa pertumbuhan
yang terjadi di lingkungan persaingan industri.
Pengetahuan yang lebih luas tentang lingkungan pemasaran
akan meningkatkan kemampuan pihak manajemen menganalisa data yang diterima dan
memilah data yang diperlukan, serta menentukan tujuan perusahaan sebagai respon
terhadap perubahan kondisi lingkungan. Pengetahuan tentang lingkungan
persaingan dapat mendorong kreativitas, karena pengetahuan tentang lingkungan
persaingan menyoroti kesempatan yang dapat ditonjolkan dan kelemahan yang harus
diperhitungkan. Penambahan lingkungan pada sumberdaya yang mendukung strategi
perusahaan, menekankan pada kepentingan kemampuan internal perusahaan untuk
mengoperasikannya dan seberapa jauh pengaruh lingkungan sosial ekonomisnya.
Yang termasuk dalam pendekatan lingkungan adalah hubungan yang dijalin
perusahaan dalam lingkungannya dan partisipasinya dalam hubungan interpersonal
jaringannya.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim
1. 2009. Definisi Pemasaran dan Manajemen
Pemasaran. http://ciku.typepad.com/ dalam www.google.com. Diakses pada tanggal 7 Oktober 2012.
Makassar. Pukul 18.00 WITA.
Anonim
2. 2011. Pengertian Pasar. http://carapedia.com/ dalam www.google.com. Diakses pada
tanggal 6 Oktober 2012. Makassar. Pukul 18.10 WITA.
Anonim
3. 2011. Pengertian Produk. http://majalahpendidikan.com/ dalam www.google.com. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2012.
Makassar. Pukul 18.25 WITA.
Anonim
4. 2011. Lingkungan Pemasaran. http://wikipedia.org/ dalam www.google.com. Diakses pada
tanggal 8 Oktober 2012. Makassar. Pukul 20.00 WITA.
Anonim
5. 2010. Sistem dan Ruang Lingkup
Pemasaran. http://wordpress.com/ dalam www.google.com. Diakses pada tanggal 7 Oktober 2012.
Makassar. Pukul 19.45 WITA.
Hasibuan,
Malayu S.P. 2007. Manajemen : Dasar,
Pengertian, dan Masalah. Jakarta : PT Bumi Aksara.
Kotler,
Philip. 2006. Marketing Management Analysis, Planning, and Control. Jakarta : PT
Gramedia Pustaka.